CRITICAL THINKING (berpikir kritis) menurut Chaffee adalah merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-haiti mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
Karakteristik berpikir kritis:
1. Rasional, Reasonable, Reflektif
Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti, bukan atas dasar keinginan pribadi.
2. Melibatkan skepticism yang sehat dan konstruktif
Tidak menerima atau menolak ide-ide kecuali karena mengerti hal tersebut.
3. Otonomi
Berpikir dengan pikiran sendiri dan tidak mudah dimanipulasi
4. Kreatif
Menciptakan ide-ide original dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5. Adil
6. Dapat dipercaya
Pemikiran kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam:
- Analisa
- Aplikasi standar
- Diskriminasi
- Pencarian informsi
- Pembuata alasan logis
- Prediksi
- Transformasi pengetahuan
1. Total Recall: mengingat suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukan ketika dibutuhkan
2. Habits: sesuatu yang dilakukan berulang-ulang dengan sering. Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir
3.Inquiry: memeriksa isu-osu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata termasuk menanyakan segala sesuatu khusunya asumsi terhadap situasi tertentu
4.New ideas dan Creativity: membuat sesuatu yang baru dengan kreatif dengan cara yang baru
5. Knowing How You Think berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir dan mengetahui apa yang diri sendiri pikirkan.
Demikian yang bisa saya dapat tentang cara berpikir kritis dan saya juga berharap dapat menerapkan hal-hal tersebut dalam kehidupan saya sehari-hari.
Selanjutnya saya akan membahas tentang logika.
LOGIKA
secara singkat dapat dikatakan adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus. Logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya logika disebut filsafat yang praktis.
Objek logika:
- Objek material logika: manusia itu sendiri
- Objek formal logika: kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa
- Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
- Logika ilmiah berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari
1. Logika formal (minor): logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk.
2. Logika Material/isi (mayor): logika yang membahas tentang kebenaran isi.
Contoh:
- Semua manusia butuh makan
- Budi adalah manusia
- Jadi budi butuh makan
Sekian yang saya dapati pada pembelajaran hari ini. Terimakasih :)
Menurut saya pola berpikir juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
BalasHapuskeren nih postingannya. lengkap, dan membantu banget. kasih 85 yah
BalasHapusBlognya rapih dan jelas sa! 90 yaaa:*
BalasHapusHai cantik. Blogmu lengkap bagus :))) 90 yaaa cans dari aku :*
BalasHapusBlognya udah lengkap.
BalasHapuspadat dan singkat. mantap.
jangan lupa sumber yaaaa......
92 bwt kamu