Sabtu, 27 September 2014

DAY 8. MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA & KEBEBASAN

Pada hari ini saya akan membahas ulang tentang manusia dan afektifitasnya serta tentang kebebasan yang telah diberikan pada pertemuan ke delapan kemarin.

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektivitas.

Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan yaitu yang mengarah pada obyek karena menyukainya, atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk. Cinta adalah buah afektivitas positif sedangkan benci adalah buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.


Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat jiwa’ - Thomas Aquinas

 yang bukan perbuatan afektif
Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta yang mendahului perbuatan2-perbuatan. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa. Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yang spiritual.
yang merupakan perbuatan afektif
seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
Catatan tentang cinta akan diri, sesama dan Tuhan
Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoism, padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh. Orang egois hanya mengambil untung dari apa saja.

Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh hati kita tidak dianggap mengasingkan diri dari diri sendiri karena Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia adalah dimana semua manusia saling berkomunikasi. – St. Agustinus

KEBEBASAN
Pengertian umum: tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, halangan, dan aturan
Pengertian khusus: penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan

Jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas.

Menurut pandangan determinisme:
determinisme: aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial 
-Determinisme teologis
Kelemahan determinisme:
- Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
- Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
- Menafikan adanya tanggung jawab 

Jenis-jenis kebebasan
  • kebebasan horizontal: berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual 
  • kebebasan vertikal: pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai 
  • kebebasan eksistensial: kebebasan positif, lambang martabat manusia  
  • kebebasan sosial: terkait dengan orang lain

Sejarah singkat perkembangan masalah kebebasan (yunani)
-Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik

-Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik

-Era kontemporer: kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial

-Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri


sumber: PPT materi filsafat tanggal 26 Sept 2014



Berikut adalah arti kebebasan menurut saya:
 kebebasan menurut saya adalah ketika kita melakukan sesuatu tanpa paksaan dan tanpa aturan dari siapapun. Ketika kita dapat melakukan apa yang kita senangi dan tidak dimarahi oleh siapapun. Ketika kita melakukan sesuatu dengan hati yang senang dan tulus serta tidak ada beban apapun. Kebebasan adalah saat kita merasa senang di dalam hati dan jiwa kita dengan apa yang kita perbuat tanpa merasa bersalah dan merasa mengganggu orang lain disekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar