Selasa, 11 November 2014

Perkembangan Fisik dan Psikis Remaja Dalam Mencari Identitas Diri


Latar Belakang Masalah
     Pada dasarnya masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami fase-fase kehidupan yang beraneka ragam baik berasal dari dalam diri maupun dari luar. Masalah yang muncul dalam perilaku remaja bisa terlihat dengan jelas sehingga perlunya mengenal serta mengerti perbuatan remaja tersebut dan mencari tahu latar belakang yang mendorong cara remaja bertingkah laku (Gunarsa & Gunarsa, 2012). Para remaja pun biasanya masih mencari identitas dirinya dengan berbagai cara baik itu cara yang berdampak positif maupun negatif. Pada masa inilah para anak yang baru memasuki usia remaja ingin mencari jati dirinya sebagai seorang remaja.

Remaja
    Remaja pada umumnya adalah suatu periode pergantian antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Hurlock (dikutip dalam Rumini & Sundari, 2013) mengatakan bahwa “memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun” (h.5). Pada masa ini terjadilah banyak perkembangan-perkembangan yang dalam diri seorang remaja.
     Perkembangan remaja. Perkembangan dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perubahan manusia. Perkembangan remaja ini seringkali disebut juga sebagai pencarian jati diri bagi sebagian remaja. Perkembangan remaja bisa terjadi baik dari dalam diri maupun dari luar, dan baik secara fisik maupun secara psikis (Papalia & Olds, 2001).
     Perkembangan fisik. Menurut Imran (dikutip dalam Fatimah, 2010) masa remaja diawali dengan masa pubertas.  Hal itu menunjukan perubahan-perubahan fisik yang seperti bentuk tubuh dan juga fungsi fisiologisnya seperti kematangan organ-organ reproduksi. Perubahan fisik yang terjadi pada masa ini merupakan peristiwa yang paling penting dan berlangsung tanpa disadari serta tidak beraturan pada sistem reproduksinya. Selama masa remaja, perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual.
     Perkembangan psikis. Faktor-faktor yang mempegaruhi perkembangan psikis adalah seperti tindakan dari dalam diri yaitu emosi dan spiritualnya. Seorang remaja pasti akan mengalami masalah psikis dengan perkembangan fisiknya. “Pada masa remaja, seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan” (Fatimah, 2010).
     Ada beberapa perkembangan psikis yang penting pada masa remaja. Perkembangan yang pertama yaitu perkembangan intelegensia karena pada umumnya pertumbuhan otak pada remaja mencapai kesempurnaan pada usia 12-20 tahun. Pada masa ini remaja mulai berfikir logis dan dapat membuat keputusan-keputusan. Kedua adalah perkembangan emosi yang terjadi pada remaja awal menunjukan sifat sensitif, reaktif, dan emosional, dan bersifat temperamen. Sedangkan untuk remaja akhir lebih bisa mengendalikan emosi. Ketiga adalah perkembangan sosial remaja yang sudah mulai dapat berteman dan bersosialisasi dengan sesamanya. Keempat adalah perkembangan kepribadian yang mencari identitas dirinya sebagai bekal untuk menjadi remaja yang matang (Fatimah, 2010).
     Proses Perkembangan Remaja. Tingkah laku remaja saat ini terjadi bukan hanya dilihat dari sisi orang tersebut bertingkah laku dari luar tetapi juga memahami apa yang dilakukan dari dalam dirinya. Dengan demikian perkembangan pada remaja dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
     Faktor internal. Menurut Gunarsa dan Gunarsa (2012) faktor internal sudah ada sejak saat kelahiran, bahkan sejak permulaan pertumbuhan benih menjadi janin. Jadi ini merupakan perbekalan dasar yang berasal dari warisan orangtua, sehingga disebut factor keturunan. Faktor internal ini meliputi pembawaan sifat aslinya, bakat, dan kemmpuan dalam dirinya.
     Faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang dan ikut mempengaruhi proses perkembangan individu. Faktor eksternal ini biasanya berasal dari lingkungan tempat tinggal dan juga teman sepermainan. Pada masa remaja, faktor eksternal ini memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan diri karena masa-masa remaja merupakan masa yang dengan mudah dipengaruhi oleh orang-orang luar (Gunarsa & Gunarsa, 2012).

Identitas Diri
     Identitas diri merupakan sesuatu yang penting dalam pembicaraan tentang kepribadian manusia. Identitas diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan remaja yang satu dengan remaja lainnya. Menurut Burns (dikutip dalam Sarwono, 2006) identitas diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu.
     Pembentukan identitas diri ditandai oleh adanya kedewasaan dalam diri sendiri. Menurut Alport (dikutip dalam Rumini & Sundari, 2013) kedewasaan ditandai dengan pemekaraan diri, seorang menjadi lebih mengurangi sifat egoisme, mencintai orang lain, dan bertenggang rasa. Kedua adalah adanya kemampuan untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif. Remaja yang sudah mengetahui identitas dirinya akan mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dirinya. Ketiga adalah memiliki filsafah hidup. Seseorang yang sudah menemukan identitas dirinya dikatakan sudah menjadi dewasa apabila ia dapat memahami bagaimana caranya bertingkah laku di dalam masyarakat (Sarwono, 2006).

Kesimpulan
     Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja adalah masa yang akan melalui banyak hal dimana remaja berusaha untuk mencari identitas diri dengan berbagai cara. Hubungan-hubungan yang terjadi dalam proses pencarian identitas diri ditandai dengan perkembangan fisik dan psikis seorang remaja. Dalam pencarian identitas tersebut, remaja juga mengalami perubahan yang diakibatkan oleh faktor dari dalam dan dari luar dirinya.  Faktor tersebut akhirnya akan menjadikan remaja menemukan idenititas diri dan menjadi seorang remaja yang matang.






Daftar Pustaka

Fatimah, E. (2010). Psikologi perkembangan: Perkembangan peserta didik. Bandung: Pustaka Setia.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembagan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Papalia, D. (2010). A child’s world: Infancy through adolescence (12th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Rumini, S., & Sundari, S. (2013). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarwono, S. W. (2006). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Rabu, 05 November 2014

Dampak Penggunaan Media Sosial pada Anak dan Remaja


Latar Belakang Masalah
      Seiring dengan perkembangan teknologi, konteks perilaku sosial tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mampu menghadirkan pola perilaku sosial di dunia maya (Tuner, 1994). Saat ini perkembangan aplikasi media sosial di dunia maya seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan masih banyak media sosial lainnya mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak. Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif.

Jenis-jenis Media Sosial
     Facebook. Menurut Ichsan (2009) facebook adalah salah satu jejaring sosial yang dibentuk pada Febuari, 2014. Facebook merupakan salah satu layanan jaringan social internet  yang gratis dimana kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita.  Dari jaringan yang kita bentuk, kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan atau join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan kita berdasarkan organisasi sekolah, daerah domisili kita, dan seterusnya
     Twitter. Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang diresmikan pada bulan Maret. Twitter merupakan jejaring sosial yang membatasi penggunanya untuk mengirim sebuah tweet dengan batas 140 kata, tidak lebih. Twitter sangat memudahkan penggunanya untuk saling menjalin pertemanan dengan pengguna lainnya. (Ichsan, 2009)
     Instagram. Dikutip dari Ichsan (2009) instagram adalah salah satu jejaring sosial yang dibuat pada 6 oktober 2010. Instagram merupakan media sosial yang digunakan untuk mengunggah foto kepada para pengikutnya akun instgram dan bisa juga dilihat oleh pengguna-pengguna lainnya. Pada awalnya instagram hanya sebatas untuk mengunggah foto, tetapi sekarang bisa digunakan untuk mengunggah video.

Dampak Penggunaan Media Sosial
     Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial pun semakin banyak digunakan oleh anak-anak kecil dan juga remaja. Oleh karena itu adalah sebuah dampak positif dan negatif dari pemaparan remaja terhadap internet dari sudut pandang yang berbeda-beda.
     Dampak positif. Dampak positif dari penggunaan media sosial ada empat. Dampak yang pertama adalah memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs media sosial ini anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Kedua adalah anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain. Sedangkan yang ketiga adalah membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat dan perhatian satu sama lain. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara langsung. Dampak yang terakhir adalah dapat digunakan untuk berjualan dan berbisnis.

     Dampak negatif. Dampak negatif dari penggunaan media sosial ada lima, yang pertama adalah  anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Dampak yang kedua adalah situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi anti sosial. Lalu yang ketiga bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Sedangkan yang keempat adalah situs jejaring sosial banyak dipenuhi oleh orang-orang jahat untuk melakukan penipuan atau penculikan. Kita tidak akan pernah tahu seseorang yang baru kita dikenal anak kita di internet menggunakan data diri yang sebenarnya atau tidak. Lalu yang terakhir, anak kecil akan menjadi terkontaminasi dengan berita-berita yang tidak baik.

Kesimpulan
     Hasil yang bisa di dapat dari makalah ini adalah dengan munculnya sarana baru untuk berkomunikasi, yaitu melalui jejaring sosial atau media sosial, menimbulkan dampak yang sangat luar biasa, baik secara negatif maupun positif. Dampak positif dan negatif penggunaan sosial media terjadi tergantung bagaimana seseorang menggunakannya. Jika digunakan dengan baik tanpa menghiraukan hal-hal yang buruk maka sosial media merupakan sesuatu yang sangat berguna di kehidupan sekarang. Sebaliknya jika hanya digunakan untuk hal yang tidak baik, maka sosial media akan membuat seseorang menjadi rusak.



Daftar Pustaka
Ichsan. A. M. (2009). Kupas habis facebook dan 10 situs gaul terpopuler. Jakarta: Kriya Pustaka.
Supardi. Y. (2009). Internet untuk kebutuhan: Temukan semua hal yang ingin anda ketahui tentang internet di sini. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Pengaruh media terhadap perlilaku sosial (n. d.).Ddiunduh dari http://www.academia.edu/5405882/Pengaruh_Media_Terhadap_Perilaku_Sosial