Selasa, 11 November 2014

Perkembangan Fisik dan Psikis Remaja Dalam Mencari Identitas Diri


Latar Belakang Masalah
     Pada dasarnya masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami fase-fase kehidupan yang beraneka ragam baik berasal dari dalam diri maupun dari luar. Masalah yang muncul dalam perilaku remaja bisa terlihat dengan jelas sehingga perlunya mengenal serta mengerti perbuatan remaja tersebut dan mencari tahu latar belakang yang mendorong cara remaja bertingkah laku (Gunarsa & Gunarsa, 2012). Para remaja pun biasanya masih mencari identitas dirinya dengan berbagai cara baik itu cara yang berdampak positif maupun negatif. Pada masa inilah para anak yang baru memasuki usia remaja ingin mencari jati dirinya sebagai seorang remaja.

Remaja
    Remaja pada umumnya adalah suatu periode pergantian antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Hurlock (dikutip dalam Rumini & Sundari, 2013) mengatakan bahwa “memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun” (h.5). Pada masa ini terjadilah banyak perkembangan-perkembangan yang dalam diri seorang remaja.
     Perkembangan remaja. Perkembangan dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perubahan manusia. Perkembangan remaja ini seringkali disebut juga sebagai pencarian jati diri bagi sebagian remaja. Perkembangan remaja bisa terjadi baik dari dalam diri maupun dari luar, dan baik secara fisik maupun secara psikis (Papalia & Olds, 2001).
     Perkembangan fisik. Menurut Imran (dikutip dalam Fatimah, 2010) masa remaja diawali dengan masa pubertas.  Hal itu menunjukan perubahan-perubahan fisik yang seperti bentuk tubuh dan juga fungsi fisiologisnya seperti kematangan organ-organ reproduksi. Perubahan fisik yang terjadi pada masa ini merupakan peristiwa yang paling penting dan berlangsung tanpa disadari serta tidak beraturan pada sistem reproduksinya. Selama masa remaja, perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual.
     Perkembangan psikis. Faktor-faktor yang mempegaruhi perkembangan psikis adalah seperti tindakan dari dalam diri yaitu emosi dan spiritualnya. Seorang remaja pasti akan mengalami masalah psikis dengan perkembangan fisiknya. “Pada masa remaja, seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan” (Fatimah, 2010).
     Ada beberapa perkembangan psikis yang penting pada masa remaja. Perkembangan yang pertama yaitu perkembangan intelegensia karena pada umumnya pertumbuhan otak pada remaja mencapai kesempurnaan pada usia 12-20 tahun. Pada masa ini remaja mulai berfikir logis dan dapat membuat keputusan-keputusan. Kedua adalah perkembangan emosi yang terjadi pada remaja awal menunjukan sifat sensitif, reaktif, dan emosional, dan bersifat temperamen. Sedangkan untuk remaja akhir lebih bisa mengendalikan emosi. Ketiga adalah perkembangan sosial remaja yang sudah mulai dapat berteman dan bersosialisasi dengan sesamanya. Keempat adalah perkembangan kepribadian yang mencari identitas dirinya sebagai bekal untuk menjadi remaja yang matang (Fatimah, 2010).
     Proses Perkembangan Remaja. Tingkah laku remaja saat ini terjadi bukan hanya dilihat dari sisi orang tersebut bertingkah laku dari luar tetapi juga memahami apa yang dilakukan dari dalam dirinya. Dengan demikian perkembangan pada remaja dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
     Faktor internal. Menurut Gunarsa dan Gunarsa (2012) faktor internal sudah ada sejak saat kelahiran, bahkan sejak permulaan pertumbuhan benih menjadi janin. Jadi ini merupakan perbekalan dasar yang berasal dari warisan orangtua, sehingga disebut factor keturunan. Faktor internal ini meliputi pembawaan sifat aslinya, bakat, dan kemmpuan dalam dirinya.
     Faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri seseorang dan ikut mempengaruhi proses perkembangan individu. Faktor eksternal ini biasanya berasal dari lingkungan tempat tinggal dan juga teman sepermainan. Pada masa remaja, faktor eksternal ini memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan diri karena masa-masa remaja merupakan masa yang dengan mudah dipengaruhi oleh orang-orang luar (Gunarsa & Gunarsa, 2012).

Identitas Diri
     Identitas diri merupakan sesuatu yang penting dalam pembicaraan tentang kepribadian manusia. Identitas diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan remaja yang satu dengan remaja lainnya. Menurut Burns (dikutip dalam Sarwono, 2006) identitas diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu.
     Pembentukan identitas diri ditandai oleh adanya kedewasaan dalam diri sendiri. Menurut Alport (dikutip dalam Rumini & Sundari, 2013) kedewasaan ditandai dengan pemekaraan diri, seorang menjadi lebih mengurangi sifat egoisme, mencintai orang lain, dan bertenggang rasa. Kedua adalah adanya kemampuan untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif. Remaja yang sudah mengetahui identitas dirinya akan mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dirinya. Ketiga adalah memiliki filsafah hidup. Seseorang yang sudah menemukan identitas dirinya dikatakan sudah menjadi dewasa apabila ia dapat memahami bagaimana caranya bertingkah laku di dalam masyarakat (Sarwono, 2006).

Kesimpulan
     Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja adalah masa yang akan melalui banyak hal dimana remaja berusaha untuk mencari identitas diri dengan berbagai cara. Hubungan-hubungan yang terjadi dalam proses pencarian identitas diri ditandai dengan perkembangan fisik dan psikis seorang remaja. Dalam pencarian identitas tersebut, remaja juga mengalami perubahan yang diakibatkan oleh faktor dari dalam dan dari luar dirinya.  Faktor tersebut akhirnya akan menjadikan remaja menemukan idenititas diri dan menjadi seorang remaja yang matang.






Daftar Pustaka

Fatimah, E. (2010). Psikologi perkembangan: Perkembangan peserta didik. Bandung: Pustaka Setia.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembagan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Papalia, D. (2010). A child’s world: Infancy through adolescence (12th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Rumini, S., & Sundari, S. (2013). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarwono, S. W. (2006). Psikologi remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Rabu, 05 November 2014

Dampak Penggunaan Media Sosial pada Anak dan Remaja


Latar Belakang Masalah
      Seiring dengan perkembangan teknologi, konteks perilaku sosial tidak hanya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mampu menghadirkan pola perilaku sosial di dunia maya (Tuner, 1994). Saat ini perkembangan aplikasi media sosial di dunia maya seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan masih banyak media sosial lainnya mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak. Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif.

Jenis-jenis Media Sosial
     Facebook. Menurut Ichsan (2009) facebook adalah salah satu jejaring sosial yang dibentuk pada Febuari, 2014. Facebook merupakan salah satu layanan jaringan social internet  yang gratis dimana kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita.  Dari jaringan yang kita bentuk, kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan atau join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan kita berdasarkan organisasi sekolah, daerah domisili kita, dan seterusnya
     Twitter. Twitter adalah salah satu jejaring sosial yang diresmikan pada bulan Maret. Twitter merupakan jejaring sosial yang membatasi penggunanya untuk mengirim sebuah tweet dengan batas 140 kata, tidak lebih. Twitter sangat memudahkan penggunanya untuk saling menjalin pertemanan dengan pengguna lainnya. (Ichsan, 2009)
     Instagram. Dikutip dari Ichsan (2009) instagram adalah salah satu jejaring sosial yang dibuat pada 6 oktober 2010. Instagram merupakan media sosial yang digunakan untuk mengunggah foto kepada para pengikutnya akun instgram dan bisa juga dilihat oleh pengguna-pengguna lainnya. Pada awalnya instagram hanya sebatas untuk mengunggah foto, tetapi sekarang bisa digunakan untuk mengunggah video.

Dampak Penggunaan Media Sosial
     Seiring dengan perkembangan teknologi, media sosial pun semakin banyak digunakan oleh anak-anak kecil dan juga remaja. Oleh karena itu adalah sebuah dampak positif dan negatif dari pemaparan remaja terhadap internet dari sudut pandang yang berbeda-beda.
     Dampak positif. Dampak positif dari penggunaan media sosial ada empat. Dampak yang pertama adalah memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs media sosial ini anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Kedua adalah anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain. Sedangkan yang ketiga adalah membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat dan perhatian satu sama lain. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara langsung. Dampak yang terakhir adalah dapat digunakan untuk berjualan dan berbisnis.

     Dampak negatif. Dampak negatif dari penggunaan media sosial ada lima, yang pertama adalah  anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Dampak yang kedua adalah situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi anti sosial. Lalu yang ketiga bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Sedangkan yang keempat adalah situs jejaring sosial banyak dipenuhi oleh orang-orang jahat untuk melakukan penipuan atau penculikan. Kita tidak akan pernah tahu seseorang yang baru kita dikenal anak kita di internet menggunakan data diri yang sebenarnya atau tidak. Lalu yang terakhir, anak kecil akan menjadi terkontaminasi dengan berita-berita yang tidak baik.

Kesimpulan
     Hasil yang bisa di dapat dari makalah ini adalah dengan munculnya sarana baru untuk berkomunikasi, yaitu melalui jejaring sosial atau media sosial, menimbulkan dampak yang sangat luar biasa, baik secara negatif maupun positif. Dampak positif dan negatif penggunaan sosial media terjadi tergantung bagaimana seseorang menggunakannya. Jika digunakan dengan baik tanpa menghiraukan hal-hal yang buruk maka sosial media merupakan sesuatu yang sangat berguna di kehidupan sekarang. Sebaliknya jika hanya digunakan untuk hal yang tidak baik, maka sosial media akan membuat seseorang menjadi rusak.



Daftar Pustaka
Ichsan. A. M. (2009). Kupas habis facebook dan 10 situs gaul terpopuler. Jakarta: Kriya Pustaka.
Supardi. Y. (2009). Internet untuk kebutuhan: Temukan semua hal yang ingin anda ketahui tentang internet di sini. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Pengaruh media terhadap perlilaku sosial (n. d.).Ddiunduh dari http://www.academia.edu/5405882/Pengaruh_Media_Terhadap_Perilaku_Sosial

Selasa, 07 Oktober 2014

DAY 11. FILSAFAT MANUSIA

FILSAFAT PSIKOLOGI
Filsafat sebagai induk dari semua ilmu pengetahuan termasuk psikologi memiliki hubungan dengan setiap disiplin ilmu. Hingga abad 19 psikologi dikembangkan oleh para ahli filsafat yang melandasi pengamatannya pada refleksi abstrak dan spekulatif. Selanjutnya psikologi dirasakan perlu melakukan metode lain, yaitu metode empiris.

Tokoh Awal Psikologi
     Wilhelm Wundt (1832-1920), seorang ketua bagian filsafat di Universitas Liepzig Jerman, adalah pendiri psikologi yang mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia. Ia bersama pengikutnya mengembangkan aliran strukturalisme dalam psikologi.
     William James (1842-1910) dengan aliran fungsionalismenya, berpendapat bahwa psikologi harus meneliti secara mendalam bagaimana proses mental manusia itu berfungsi.
     Dan James Watseon dengan aliran behaviorismenya berpendapat bahwa psikologi harus mempelajari kejadian-kejadian dan perilaku disekelilingnya (rangsangan/stimulus)

Landasan Filosofi berbagai aliran Psikologi Ontologi pada positivisme sejalan dengan dasar pemikiran yang digunakan oleh pendekatan behaviorisme. Pada pendekatan ini seorang ahli psikologi mengamati individu dari perilakunya.
Dalam psikologi Gestalt, beberapa tokoh terkemukanya antara lain Wolfgang Kohler, Kurt Koffka, dan Max Wertheimer. Psikologi Gestalt merupakan aliran yang cukup kuat dan padu. Falsafah yang dikemukakannya sangat mempengaruhi bentuk psikologi di Jerman, dan kelak sampai ke Amerika Serikat.

Teori filosofik psikologingestalt dapat didekati dengan fenomenologi
Heidegger adalah seorang fenomenolog. Fenomenologi adalah deskripsi tentang data.

Filsafat dan Konseling
- Esensialisme -> 3 aspek: rasionalisme, ideslisme, dan realisme. Asumsinya adalah bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup didunia yang memiliki akal untuk mengetahui dunianya dimana ia hidup.
Progresivisme : Muncul sebagai akibat dari melunturnya kepercayaan terhadap konsep-konsep yang absolut. Para ahli memperhatikan hal-hal yang langsung dan khusus yang dapat dilihat sebagai realitas dan obyek yang dapat dilihat, yang realistis dan membutuhkan pemecahan persoalan secara langsung
-Eksistensiaalisme : Konsep dasar menurut Blocher adalah kerinduan manusia untuk mencari sesuatu yang penting, sesuatu yang bermakna dalam dirinya. Eksistensi merupakan sesuatu yang paling bermakna didalam diri seseorang. Konseling dari sudut filsafat eksistensialistik ialah keterlibatan konselor dalam usaha  merekonstruksi struktur pribadi yang bermakna pada klien.

Filsafat Ilmu dan Psikologi
Filsafat ilmu, sebagai salah satu cabang filsafat, memberikan sumbangan besar bagi perkembangan ilmu psikologi. Peran filsafat adalah supaya ilmuwan dapat semakin kritis terhadap pola kegiatan ilmiahnya sendiri, dan mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat. Dan diharapkan pula agar psikolog  bisa menjadi ilmuwan yang rendah hati dan terhindar dari sikap saintisme. Filsafat juga bisa menegaskan akar historis ilmu psikologi.

Etika dan Psikologi
Etika juga cukup penting bagi perkembangan ilmu psikologi. Etika yang dimaksud adalah ilmu tentang moral. Seorang psikolog membutuhkan panduan etis didalam kerja-kerja mereka.

Latar Belakang Psikologi
Aristoteles membagi ilmu pengetahuan teoritis atas fisika, matematika dan metafisika.
Psikologi masuk kedalam fisika.
Obyek penyelidikan psikologi mencakup hal-hal fisis atau alamiah.
Psikologi secara khusus menyelidiki segolongan makhluk-makhluk fisis, yaitu makhluk-makhluk yang mempunyai jiwa.


Filsafat terbagi menjadi beberapa zaman :
1. Yunani Kuno : pemikir Yunani adalah yang pertama berusaha menjelaskan "asal muasal" segala sesuatu dengan melihat ke alam, bukan dewa-dewa/mitologi.
Orientasi: orientasi naturalistik, biologik, matematik, eklektik dan humanistik.
Tokohnya : Socrates, plato, dan Aristoteles.

2. Romawi : Filosofi Romawi tidak tersusun secara komprehensif seperti filosofi Yunani.
    aliran besar : Stoicism, Epicureanism dan Neo-Platonism

3. Gereja : Tokoh besar pada zaman ini: St. Agustine dan St. Thomas Aquinas

4. Renaissance : Tokoh besarnya: Francis Bacon, Rene Descartes dan Thomas Hobbes.

5. Asosianisme Lama : Tokoh besarnya : John Stuart Mill

Dari perkembangan tersebut, dibagi menjadi 2 ilmu, yaitu ilmu semu dan ilmu faal.
1. Ilmu-ilmu semu : Terbagi menjadi beberapa hal, Phrenologi, Physiognomi, dan Mesmerisme.

2. Ilmu Faal :
Beberapa tokoh-tokohnya: Sir Charles Bell, Francois Magendie, Marshal Hall, Johannes Peter Muller, Paul Broca, Gustav Theodor Fechner, Herman Ludwig Ferdinand von Helmoltz, Sir Francis Galton dan Emil Kraepelin.

Lalu dari kedua ilmu tersebut, terbentuk suatu pandangan yang dinamakan Elementisme/Strukturalisme
Tokoh besarnya adalah Wilhelm Wundt dan muridnya, E.B. Titchener.

Berikut adalah aliran-aliran psikologi setelah Wundt (beserta tokohnya) :
1. Aliran Wurzburg (Oswald Kulpe)
2. Psikologi Gestalt (Karl Buhler)
3. Fungsionalisme (William James, John Dewey, James Mckeen Cattel dan Edward Lee Thorndike)
4. Behaviorisme (Ivan Petrovich Pavlov, John Broades Watson, Edward Chase Tolman, B.F.Skinner)
5. Psikologi Hormik/Purposif (William McDougall)
6. Teori Konvergensi (William Louis Stern)
7. Psikologi Gestalt (Max Wertheimer, Franz Brentano, Christian Von Ehrenfels, Kurt Koffka dan Wolfgang Kohler)

sumber: ppt filsafat (6-10-2014)

Senin, 06 Oktober 2014

PENGETAHUAN DAN INTELEGENSI MANUSIA

Pengetahuan adalah reflektif ketika ia membuat objektif kodrat dari manusia realitas apapun juga dan menggungkapannya dalam bentuk ide,konsep,definisi,dan putusan. Pengetahuan bersifat sinergis apabila ia menggunakan seluruh keadaan dari subjek.

Pengetahuan dari segi subjek:
  • Keterbukaan, si pengenal bisa menjadi sadar akan eksistensi dan kodrat realitas 
  • Kemampuan menyambut dalam bentuk gambar, ingatan, dan ide. 
  • Interioritas adanya tempat dalam si pengenal dalam dirinya.  

Pengetahuan dari segi objek:
Yang menyebabkan sesuatu menjadi di ketahui ialah bentuk atau esidosnya atau morpe( Yunani) species (latin) yang berarti aspek dari suatu benda dan apa yang di bentuk oleh benda itu dan apa yang memberikan kepadanya dalam keadaan khas. 


Pengertian membicarakan apa yang bukan intelegensi manusia, sifat-sifat dan objek intelegensi manusia, kgiatan-kegiatan intelegensi manusia dan kodrat intelegensi manusia.
Yang bukan intelegensi manusia adalah pengetahuan inderawi dan pengetahuan intelektif bersifat sinergis.
Intelektif harus dibedakan dengan pengetahuan inderawi,yaitu dari pengetahuan yang dihasilkan oleh indera eksten kita saja.

DIALOG BADAN DAN JIWA

BADAN : Hei Jiwa ! Taukah kamu bahwa kamu itu tidak ada apa-apanya ?
JIWA : Maksud kamu apa ?
BADAN : Kamu pura – pura bodoh atau bagaimana ?
JIWA : Aku memang tidak mengerti apa maksudmu?! Kenapa kasar
sekali kamu berbicara ?
BADAN : Maksudku apa kamu tahu bahwa kamu tidak ada apa – apanya
tanpa aku ?
JIWA : Hah ? Helloooo.. Aku tanpa kamu tidak ada apa – apanya ? Tidak
salah ?
BADAN: Sudah pasti kamu itu tidak berbentuk jadi apalah artinya kamu
tanpa aku ?
JIWA : Aduh badan kamu sendiri apa artinya kamu tanpa aku ? hanya
tubuh kosong yang tidak dapat bergerak!
BADAN: Dan kamu hanya roh yang tidak dapat dilihat oleh kasat mata ! Jadi akulah yang terpenting dibanding kamu !
JIWA : Hei badan apa kamu ada artinya tanpa aku ?
BADAN : Ya…. Ummmm
JIWA : Kenapa kamu tidak bisa menjawab ?
BADAN : Ya aku tahu memang tidak ada artinya, tetapi maksud aku yang terpenting disini adalah aku..
JIWA : Sudahlah badan dari awal percakapan kamu yang memulai semua ini, kiya harusnya berpikir bahwa kita salaing membutuhkan dan kita bukanlah apa – apa kalau hanya sendiri.
BADAN: um.. Maafkan aku jiwa aku tadi merasa sedikit sombong karena aku merasa manusia lebih membutuhkan aku ( BADAN ) disbanding kamu karena manusiapun pasti tidak tahu jiwa itu seperti apa maka aku merasa aku lebih penting.
JIWA : Tapi kamu tidak berpikirkan ? Bahwa manusia tidak dapat melihat kamu ( BADAN ) dan tahu kamu tanpa adanya aku karena badan tanpa jiwa hanyalah tubuh mati / kosong ?
BADAN: Maafkan aku jiwa kita baikkan ya ? hehe..
JIWA : Iya maafkan aku juga seharusnya aku tidak menanggapi kamu dari awal dan langsung menasehati kamu.
Akhirnya BADAN dan JIWA pun kembali dalam situasi yang tenang

Sabtu, 04 Oktober 2014

DEBAT PRO&KONTRA PILKADA LANGSUNG DAN PERGAULAN BEBAS

PERGAULAN BEBAS

Kontra: Karena menurut saya itu akan merugikan diri sendiri dan memperburuk masa depan kita. Walaupun sebenarnya itu tergantung dari diri kita masing-masing, tapi ada baiknya kita menghindari perbuata-perbuatan seperti itu. Karena selain bisa menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan, bisa saja mengakibatkan kematian. Dan juga jika kita ingin menggugurkan kandungan berarti secara tidak langsung kita melakukan pembunuhan dan berdosa atas pemberian Tuhan kepada kita.
Pro: Sebenarnya tidak masalah jika orang-orang yang melakukan pergaulan bebas itu saling bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan dan dapat menjaga diri. Karena pergaulan bebas itu tidak selalu membawa kita ke hal yang lebih buruk jika kita dapat mengontrol diri sendiri dan pintar memilih-milih.

PILKADA LANGSUNG
Kontra:

  1. ketidaksiapan pemilih untuk menerima kekalahan calon yang diunggulkan. Dibeberapa daerah yang telah melakukan pemilihan kepala daerah secara langsung, kejadian seperti ini sering terjadi sehingga menimbulkan konflik antar pendukung pasangan calon
  2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar. Pilkada terdiri dari calon gubernur di 33 propinsi dan 495 kabupaten/kota. Biaya pelaksanaan pilkada dikeluarkan untuk kebutuhan
  3. Sering terjadi konflik selama dilaksanakannya pilkada. Bahkan terjadi anarkistis dan pengrusakan infrastruktur

 Pro:

  1.  lebih demokratis dan bertanggung jawab dan memberikan rakyat hak mereka untuk memilih
    2. Rakyat akan semakin rasional dalam menentukan pilihan sehingga tidak ada partai atau faksi dalam sebuah partai yang mempunyai jaminan untuk selamanya berkuasa atau mampu menempatkan kadernya sebagai kepala daerah 
    3. Rakyat dapat menentukan pilihannya berdasarkan kepentingan dan penilaian atas calon Kepala Daerah, apabila Kepala Daerah yang terpilih tidak dapat memenuhi harapan rakyat maka dalam pemilihan berikutnya tidak perlu dipilih kembali

Jumat, 03 Oktober 2014

DAY 10. EKSISTENSIALISME

Hari ini saya belajar tentang Eksistensialisme.
Eksistensialisme adalah aliran yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas diantara makhluk lainnya. Pandangan ini menyatakan bahwa pusat diri kita adalah diluar diri kita. Jadi kita harus melihat keluar diri kita sendiri untuk mengetahui diri kita. Pandangan ini menyatakan bahwa hanya manusia lah yang bereksistensi. Tidak bisa disamakan dengan "berada" yang lain. Pohon atau anjing berada itu tidak sama dengan manusia bereksistensi.
Ciri-ciri eksistensialisme

Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
Bereksistensi hrs diartikan scr dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri scr aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pd dunia sekitarnya, khususnya pd sesamanya.
Memberi penekanan pd pengalaman konkrit.
 
Eksistensisme sulit diragamkan definisinya karena banyak sekali pendapat-pendapat dari para orang-orang terkemuka. Tapi pada hari ini saya akan membahas Eksistensi menurut Kirkegaad dan Sartre.



Eksistensi menurut Kierkegaad 
Kierkegaad adalah seorang bapak eksistensialisme, aliran filsafat yang berkembang 50 tahun setelah kematiannya.

Pokok-pokok ajaran Kierkegaad:
  •  menurut Kierkegaard eksistensi menusia individual dan konkret. Manusia tidak dapat dibicarakan ‘pada umumnya’ atau ‘menurut hakekatnya’, karena manusia pada umumnya tidak ada. Yang ada itu adalah manusia konkret yang semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan. Manusia itu eksistensi.
  • Eksistensi bagi Kierkegaard: merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.
  • Hanya manusia bereksistensi, karena dunia, binatang dan sesuatu lainnya hanya ‘ada’. Juga Tuhan ‘ada’. Tapi manusia harus bereksistensi, yakni menjadi seperti ia (akan) ada (secara abadi).
Tiga cara bereksistensi menurut Kierkegaad:
  1. Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yg dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yg amat bebas. 
  2. Sikap etis: Sikap menerima kaidah-kaidah moral, suara hati dan memberi arah pd hidupnya.  
  3. Sikap religius: Berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian. Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. 
Menurut Kierkegaad:  
  • ‘Percaya itu sama dengan menjadi’. Disini dan kini manusia percaya dan menentukan bagaimana dia akan ada secara abadi. Manusia memilih eksistensinya entah sebagai penonton yg pasif, atau sebagai pemain yang menentukan sendiri eksistensinya dengan mengisi kebebasannya. 
  • Manusia hidup dalam dua dimensi sekaligus: keabadian dan waktu. Kedua dimensi itu bertemu dalam ‘saat’. Saat adalah titik dimana waktu dan keabadian bersatu. Kita menjadi eksistensi dalam saat, yaitu saat pilihan. Pilihan itu suatu ‘loncatan’ dari waktu ke keabadian. 
  • Eksistensi manusia bukan sekadar suatu fakta, tapi lebih dari itu. Eksistensi manusia adalah tugas, yang harus dijalani dengan kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu.  Untuk itulah Kierkegaard menganggap subyektivitas dan eksistensi sejati itu suatu tugas.
  • Publik bagi Kierkegaard hanya abstraksi belaka, bukan realitas. Publik menjadi berbahaya bila itu dianggap nyata. 

 Eksistensi menurut Jean Paul Sartre
Sartre banyak menulis karya filsafat dan sastra. Pernah menjadi dosen filsafat di Le Havre, Paris.

Pemikiran filsafat Sartre:
  • Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran.
  • Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggung jawab.
  • Tanggung jawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.  
  • Tanpa kebebasan eksistensi manusia menjadi absurd. Bila kebebasannya ditiadakan, maka manusia hanya sekedar esensi belaka. 
Pemikiran filsafat Sartre dibagi menjadi dua:
  1. Berada dalam diri -- berada dalam dirinya, berada itu sendiri. Misalnya, meja itu meja, bukan kursi, bukan tempat tidur. Mentaati prinsip it is what it is. Maka bagi Sartre segala yang berada dalam diri: Memuakkan.
  2. Berada untuk diri -- berada yang dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Manusia punya hubungan dengan keberadaannya. Bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada.Misalnya, saya bertanggung jawab dan sadar bahwa saya adalah mahasiswa psikologi.
Yang mengurangi kebebasan manusia:
  •  Tempat kita berada: situasi yang memberi struktur pada kita, tapi juga kita beri struktur.
  • Masa lalu: tidak mungkin meniadakannya karena masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.
  • Lingkungan sekitar
  • Kenyataan adanya sesama manusia dengan eksistensinya sendiri.
  • Maut: tidak bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.

Komunikasi dan cinta
  • Komunikasi adalah suatu hal yang apriori, tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yg seorang seolah-olah membekukan orang lain. Terjadi saling pembekuan sehingga masing-masing jadi objek. 
  • Cinta adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki. Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.
 Point-point yang menarik untuk saya pada hari ini adalah: 
  • Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggung jawab.
  • Tanggung jawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.
  • Yang mengurangi kebebasan manusia salah satunya adalah masa lalu: tidak mungkin meniadakannya karena masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini. 
  • Cinta adalah bentuk hubungan keinginan saling memiliki. Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.
Sekian untuk kuliah hari ini. :)