Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya
masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami fase-fase kehidupan yang
beraneka ragam baik berasal dari dalam diri maupun dari luar. Masalah yang
muncul dalam perilaku remaja bisa terlihat dengan jelas sehingga perlunya
mengenal serta mengerti perbuatan remaja tersebut dan mencari tahu latar
belakang yang mendorong cara remaja bertingkah laku (Gunarsa & Gunarsa,
2012). Para remaja pun biasanya masih mencari identitas dirinya dengan berbagai
cara baik itu cara yang berdampak positif maupun negatif. Pada masa inilah para
anak yang baru memasuki usia remaja ingin mencari jati dirinya sebagai seorang
remaja.
Remaja
Remaja pada
umumnya adalah suatu periode pergantian antara masa kanak-kanak dan masa
dewasa. Hurlock (dikutip dalam Rumini &
Sundari, 2013) mengatakan bahwa “memberi batasan masa remaja berdasarkan
usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun” (h.5). Pada masa ini terjadilah
banyak perkembangan-perkembangan yang dalam diri seorang remaja.
Perkembangan remaja. Perkembangan
dapat diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perubahan manusia.
Perkembangan remaja ini seringkali disebut juga sebagai pencarian jati diri
bagi sebagian remaja. Perkembangan remaja bisa terjadi baik dari dalam diri
maupun dari luar, dan baik secara fisik maupun secara psikis (Papalia &
Olds, 2001).
Perkembangan fisik. Menurut Imran (dikutip dalam Fatimah, 2010) masa remaja diawali
dengan masa pubertas. Hal itu menunjukan
perubahan-perubahan fisik yang seperti bentuk tubuh dan juga fungsi fisiologisnya
seperti kematangan organ-organ reproduksi. Perubahan fisik yang terjadi pada
masa ini merupakan peristiwa yang paling penting dan berlangsung tanpa disadari
serta tidak beraturan pada sistem reproduksinya. Selama masa remaja, perubahan
tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual.
Perkembangan psikis. Faktor-faktor yang mempegaruhi
perkembangan psikis adalah seperti tindakan dari dalam diri yaitu emosi dan
spiritualnya. Seorang remaja pasti akan mengalami masalah psikis dengan
perkembangan fisiknya. “Pada masa remaja, seringkali berbagai faktor penunjang
ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan” (Fatimah, 2010).
Ada beberapa perkembangan psikis yang
penting pada masa remaja. Perkembangan yang pertama yaitu perkembangan intelegensia
karena pada umumnya pertumbuhan otak pada remaja mencapai kesempurnaan pada
usia 12-20 tahun. Pada masa ini remaja mulai berfikir logis dan dapat membuat
keputusan-keputusan. Kedua adalah perkembangan emosi yang terjadi pada remaja
awal menunjukan sifat sensitif, reaktif, dan emosional, dan bersifat
temperamen. Sedangkan untuk remaja akhir lebih bisa mengendalikan emosi. Ketiga
adalah perkembangan sosial remaja yang sudah mulai dapat berteman dan
bersosialisasi dengan sesamanya. Keempat adalah perkembangan kepribadian yang
mencari identitas dirinya sebagai bekal untuk menjadi remaja yang matang
(Fatimah, 2010).
Proses Perkembangan Remaja. Tingkah laku remaja saat ini terjadi
bukan hanya dilihat dari sisi orang tersebut bertingkah laku dari luar tetapi
juga memahami apa yang dilakukan dari dalam dirinya. Dengan demikian perkembangan
pada remaja dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor
eksternal.
Faktor internal. Menurut Gunarsa dan Gunarsa (2012) faktor
internal sudah ada sejak saat kelahiran, bahkan sejak permulaan pertumbuhan
benih menjadi janin. Jadi ini merupakan perbekalan dasar yang berasal dari
warisan orangtua, sehingga disebut factor keturunan. Faktor internal ini
meliputi pembawaan sifat aslinya, bakat, dan kemmpuan dalam dirinya.
Faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor yang
berasal dari luar diri seseorang dan ikut mempengaruhi proses perkembangan
individu. Faktor eksternal ini biasanya berasal dari lingkungan tempat tinggal
dan juga teman sepermainan. Pada masa remaja, faktor eksternal ini memiliki
peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan diri karena masa-masa
remaja merupakan masa yang dengan mudah dipengaruhi oleh orang-orang luar
(Gunarsa & Gunarsa, 2012).
Identitas Diri
Identitas diri
merupakan sesuatu yang penting dalam pembicaraan tentang kepribadian manusia.
Identitas diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan
untuk membedakan remaja yang satu dengan remaja lainnya. Menurut Burns (dikutip
dalam Sarwono, 2006) identitas diri adalah suatu gambaran campuran dari apa
yang kita pikirkan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan
seperti apa diri kita yang kita inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu
mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang
diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu.
Pembentukan
identitas diri ditandai oleh adanya kedewasaan dalam diri sendiri. Menurut
Alport (dikutip dalam Rumini & Sundari, 2013) kedewasaan ditandai dengan
pemekaraan diri, seorang menjadi lebih mengurangi sifat egoisme, mencintai
orang lain, dan bertenggang rasa. Kedua adalah adanya kemampuan untuk melihat
diri sendiri secara lebih objektif. Remaja yang sudah mengetahui identitas
dirinya akan mempunyai wawasan yang lebih luas tentang dirinya. Ketiga adalah
memiliki filsafah hidup. Seseorang yang sudah menemukan identitas dirinya
dikatakan sudah menjadi dewasa apabila ia dapat memahami bagaimana caranya bertingkah
laku di dalam masyarakat (Sarwono, 2006).
Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa
transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja adalah masa yang akan melalui banyak hal dimana remaja berusaha untuk
mencari identitas diri dengan berbagai cara. Hubungan-hubungan yang terjadi
dalam proses pencarian identitas diri ditandai dengan perkembangan fisik dan
psikis seorang remaja. Dalam pencarian identitas tersebut, remaja juga
mengalami perubahan yang diakibatkan oleh faktor dari dalam dan dari luar
dirinya. Faktor tersebut akhirnya akan
menjadikan remaja menemukan idenititas diri dan menjadi seorang remaja yang
matang.
Daftar
Pustaka
Fatimah,
E. (2010). Psikologi perkembangan:
Perkembangan peserta didik. Bandung: Pustaka Setia.
Gunarsa, S.
D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi
perkembagan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarsa, S.
D., & Gunarsa, Y. S. D. (2012). Psikologi
remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Papalia, D.
(2010). A child’s world: Infancy through
adolescence (12th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Rumini, S., & Sundari, S. (2013). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarwono, S. W.
(2006). Psikologi remaja. Jakarta:
Rajawali Pers.

