Sabtu, 27 September 2014

DAY 8. MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA & KEBEBASAN

Pada hari ini saya akan membahas ulang tentang manusia dan afektifitasnya serta tentang kebebasan yang telah diberikan pada pertemuan ke delapan kemarin.

MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitaslah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Cara hadir kita di dunia diperdalam oleh afektivitas.

Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan yaitu yang mengarah pada obyek karena menyukainya, atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk. Cinta adalah buah afektivitas positif sedangkan benci adalah buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.


Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat jiwa’ - Thomas Aquinas

 yang bukan perbuatan afektif
Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta yang mendahului perbuatan2-perbuatan. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa. Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yang spiritual.
yang merupakan perbuatan afektif
seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
Catatan tentang cinta akan diri, sesama dan Tuhan
Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoism, padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh. Orang egois hanya mengambil untung dari apa saja.

Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh hati kita tidak dianggap mengasingkan diri dari diri sendiri karena Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia adalah dimana semua manusia saling berkomunikasi. – St. Agustinus

KEBEBASAN
Pengertian umum: tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, halangan, dan aturan
Pengertian khusus: penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan

Jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. Karena jiwalah manusia menjadi makhluk bebas.

Menurut pandangan determinisme:
determinisme: aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
-Determinisme fisik-biologis
-Determinisme psikologis
-Determinisme sosial 
-Determinisme teologis
Kelemahan determinisme:
- Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
- Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
- Menafikan adanya tanggung jawab 

Jenis-jenis kebebasan
  • kebebasan horizontal: berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual 
  • kebebasan vertikal: pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai 
  • kebebasan eksistensial: kebebasan positif, lambang martabat manusia  
  • kebebasan sosial: terkait dengan orang lain

Sejarah singkat perkembangan masalah kebebasan (yunani)
-Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik

-Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik

-Era kontemporer: kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial

-Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri


sumber: PPT materi filsafat tanggal 26 Sept 2014



Berikut adalah arti kebebasan menurut saya:
 kebebasan menurut saya adalah ketika kita melakukan sesuatu tanpa paksaan dan tanpa aturan dari siapapun. Ketika kita dapat melakukan apa yang kita senangi dan tidak dimarahi oleh siapapun. Ketika kita melakukan sesuatu dengan hati yang senang dan tulus serta tidak ada beban apapun. Kebebasan adalah saat kita merasa senang di dalam hati dan jiwa kita dengan apa yang kita perbuat tanpa merasa bersalah dan merasa mengganggu orang lain disekitar kita.

DAY 7. FILSAFAT MANUSIA: JIWA DAN BADAN

Pada hari Kamis kemarin merupakan hari yang menegangkan karena kami semua menghadapi UTS. Dan saya tidak bisa mengerjakan soalnya dengan baik dan benar. Saya merasa bingung dengan semuanya dan karena mungkin saya juga kurang belajar secara efektif. Setelah UTS selesai kami melanjutkan pelajaran kami tentang filsafat manusia.

FILSAFAT MANUSIA: JIWA DAN BADAN

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
Ada dua aliran:
1. Monoisme
2. Dualisme

1. Monoisme - aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
Aliran ini dibagi menjadi tiga:
- Materialisme: materi sebagai dasar atas segala yang ada
- Teori identitas: mengakui aktivitas mental manusia
- Idealisme: Pengalaman, nilai, dan makna
 
2. Dualisme - badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.
Aliran ini dibagi menjadi empat:
- Interaksionisme: hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
- Okkasionalisme: memasukan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa
- Paralelisme: kejadian ragawi ada di dalam sedangkan kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
- Epifenomenalisme: melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi syaraf
 
BADAN - elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. 
Badan harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri - Gabriel Marcel
JIWA  - Badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari jiwa.
Menurut James P Pratt ada 4 kemampuan dasar jiwa:
- menghasilkan kualitas penginderaan
- mampu menghasilkan makna dari penginderaan
- mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan
- memberi tanggapan melalui proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan
 
Kesimpulan yang bisa diambil dari kelas ini adalah realitas manusia terbagi menjadi dua elemen yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jiwa tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa badan dan begitu juga sebaliknya. Maka pada intinya mereka saling membutuhkan. 
Sekian untuk pembelajaran hari ini tentang badan dan jiwa yang saya rangkum secara singkat.

Selasa, 23 September 2014

DAY 6. ETIKA DAN FILSAFAT


ETIKA
Banyak yang mengartikan etika secara berbeda-beda. Disini saya akan mengemukakan apa yang dikatakan oleh Bertens, Etika adalah Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 
Etika dibedakan menjadi dua:
1. Etika perangai: Kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula.  
2. Etika moral: Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia.  
Etika mempunyai beberapa arti:
  • Etika sebagai ilmu: Apa yang baik dan buruk
  • Etika sebagai kode etik: Kumpulan nilai yang berkenaan dengan akhlak
  • Etika sebagai sistem nilai: Benar atau salah dianut oleh suatu golongan
Etika mempunyai objek material dan formal:
  • Objek material:  dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, bersifat abstrak
  • Objek formal: cara memandang seseorang
  • Objek material etika: perilaku yang dilakukan secara sadar
  • Objek formal etika: perilaku yang dilakukan secara tidak sadar
Etika juga dibedakan menurut kajian ilmunya:
  • Etika normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada
  • Etika fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral
 Secara singkat etika dapat dilihat dalam gambar dibawah ini
Perbedaan etika dengan etiket
 Sekian tentang etika yang saya dapat hari ini. Semoga dapat bermanfaat. Sekarang saya akan melanjutkan tentang filsafat manusia.

FILSAFAT MANUSIA
Filsafat manusia yaitu menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Dalam pelajaran ini kita diajarkan untuk mempelajari tentang diri kita sendiri. Mengetahui dan menyelidiki arti yang ada dalam diri kita. Karena sebagai manusia kita harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini. Jadi pada intinya di dalam kelas ini kita diajarkan bagaimana mengenal diri sendiri.

Di dalam filsafat manusia ini, yang dibahas ada beragam:mencari kekhasan manusia, pengetahuan manusia, kebebasan, manusia sebagai pesona, kematian dan harapan, dan masih banyak lagi yang bisa kita pelajari tentang diri sendiri.

Kami pun diberikan perkataan dari seorang filsuf yang bernama Max Scheler dan Heidegger, "Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya"

Demikian tentang filsafat manusia serta akhir dari post saya hari ini. Terimakasih sudah mau membaca. :)

Senin, 22 September 2014

DAY 5. SILOGISME & KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)

SILOGISME
Hari ini saya diajakarkan tentang silogisme oleh Dr. Raja Tumanggor. Silogisme = suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru. Dua macam silogisme yaitu silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.
1. Silogisme Kategoris: silogisme yg premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat)
contoh: M-P: Semua Tanaman membutuhkan air (mayor)
              S-M: Akasia adalah Tanaman (minor)
              S-P:  Akasia membutuhkan air (kesimpulan)

  • Silogisme kategoris tunggal: Aturan :
1. M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan: premis minor harus sebagai penegasan, sedangkan premis mayor bersifat umum.
contoh: M-P: Setiap manusia membutuhkan makanan (mayor)
             S-M: Muti adalah manusia (minor)
             S-P:  Muti membutuhkan makanan (simpulan)
2. M menjadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan: salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum. 
contoh: P-M: Papan tulis berbentuk persegi (mayor)
             S-M: Bola bukan berbentuk persegi (minor)
             S-P:  Bola bukan papan tulis (simpulan)
3. M menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
contoh: M-P: Mahasiswa harus mempunyai pendidikan tinggi (mayor)
             M-S:  Ada mahasiswa yang orang kurang mampu (minor)
     S-P :  Jadi, sebagian orang yang kurang mampu itu harus mempunyai pendidikan tinggi (simpulan)
4. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
contoh: P-M: Kanker adalah penyakit mematikan (mayor)
             M-S: Semua penyakit mematikan itu menyeramkan (minor)
             S-P:  Jadi, sebagian yang menyeramkan adalah kanker (simpulan)
  •  Silogisme kategoris majemuk: 
1. Epicherema: Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan. 
contoh: Semua handphone bermutu adalah handphone mahal, karena kualitasnya yang bagus
             iPhone adalah handphone bagus, karena fitur dan mutu yang bagus
             Jadi, iPhone adalah handphone mahal
2. Enthymema: silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. 
contoh: Semua petani adalah orang yang pandai berkebun.
             Rudi adalah seorang petani.
             Jadi, Rudi adalah orang yang pandai berkebun.

3. Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.

4. Sorites: silogisme yg premisnya lebih dr dua. Putusan2 itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, shg predikat dr putusan yg satu jadi subjek putusan berikutnya.
 Demikian yang saya pelajari hari ini tentang silogisme. Maaf jika banyak contoh yang masih salah. Sekarang saya akan melanjutkan dengan kesesatan pemikiran (fallacia)

KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)
 Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat. Kesesatan dibagi menjadi kesesatan formal dan informal.
Kesesatan formal:
  • pelanggaran terhadap kaidah logika
Kesesatan informal:
  • menyangkut kesesatan dalam bahasa
  • Penempatan kata depan yang keliru 
  • Mengacau posisi subjek atau predikat 
  • Ungkapan yang keliru 
  • Amfiboli: sesat karena struktur kalimat bercabang 
  • Kesesatan aksen/prosodi: sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
  • Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. 
  • Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki.  
  • Kesesatan karena alasan yang salah: Konklusi ditarik dari premis yang tak relevan.
1. Kesesatan presumsi
  • generalisasi yang tergesa-gesa
  • Non sequitur (belum tentu)
  • Analogi palsu
  • Penalaran melingkar (petitio principii)
  • deduksi cacat
  • Pikiran simplistis
2. Menghindari Persoalan
  • Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya karena ia bekas narapidana.
  • Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
  • Argumentum ad misericordiam: Seorg terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan.
  • Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror orang lain.
  • Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
  • Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
  • Argumen untuk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.  
  • Non causa pro causa: Org sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagi penyebabnya.  
3. Kesesatan retoris
  • Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangai maka disebut anggota pemberontak. 
  • Penjelasan retorik: Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan  soal.
  • Stereotipe: Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
  • Innuendo: Saya tidak mengatakan makanan tidak enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
  • Loading question: Apakah Anda masih tetap merokok?
  • Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
  • Downplay: Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan.
  • Lelucon/sindiran
  • Hiperbola: membesar besarkan.
  • Pengandaian bukti: studi menunjukkan.
  • Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.  
 Sekian untuk pelajaran hari ini. Terimakasih :)

DAY 4. CRITICAL THINKING&LOGIKA

Bab tentang critical thinking dan logika ini adalah kuliah pengganti. Jadi digantikan di pertemuan yang keempat ini. Pertama saya ingin menjelaskan tentang critical thinking secara singkat.
CRITICAL THINKING (berpikir kritis) menurut Chaffee adalah merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-haiti mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
Karakteristik berpikir kritis:  
1. Rasional, Reasonable, Reflektif
Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti, bukan atas dasar keinginan pribadi. 
2. Melibatkan skepticism yang sehat dan konstruktif
Tidak menerima atau menolak ide-ide kecuali karena mengerti hal tersebut.
3. Otonomi
Berpikir dengan pikiran sendiri dan tidak mudah dimanipulasi
4. Kreatif
Menciptakan ide-ide original dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5. Adil
6. Dapat dipercaya
Pemikiran kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam:
  • Analisa
  • Aplikasi standar
  • Diskriminasi
  • Pencarian informsi
  • Pembuata alasan logis
  • Prediksi
  • Transformasi pengetahuan
Pada pertemuan ini saya diajarkan bagaimana cara-cara untuk berpikir secara kritis. Cara-caranya atau faktor-faktornya adalah:
1. Total Recall: mengingat suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukan ketika dibutuhkan
2. Habits: sesuatu yang dilakukan berulang-ulang dengan sering. Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir
3.Inquiry: memeriksa isu-osu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata termasuk menanyakan segala sesuatu khusunya asumsi terhadap situasi tertentu
4.New ideas dan Creativity: membuat sesuatu yang baru dengan kreatif dengan cara yang baru
5. Knowing How You Think berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir dan mengetahui apa yang diri sendiri pikirkan.
Demikian yang bisa saya dapat tentang cara berpikir kritis dan saya juga berharap dapat menerapkan hal-hal tersebut dalam kehidupan saya sehari-hari. 
Selanjutnya saya akan membahas tentang logika.

LOGIKA
secara singkat dapat dikatakan adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus. Logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya logika disebut filsafat yang praktis.
Objek logika:
  • Objek material logika: manusia itu sendiri
  • Objek formal logika: kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa
Macam-macam logika:
  • Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan
  • Logika ilmiah berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari 
Logika dibedakan lagi menjadi:
1. Logika formal (minor): logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk.
2. Logika Material/isi (mayor): logika yang membahas tentang kebenaran isi.

Contoh:

- Semua manusia butuh makan
- Budi adalah manusia
- Jadi budi butuh makan

Sekian yang saya dapati pada pembelajaran hari ini. Terimakasih :)

DAY 4. SUBJEKTIVISME&OBJEKTIVISME dan SUBSTANSI FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

Jumat, 19 September 2014

Hari ini saya belajar tentang subjektivisme dan objektivisme pada kelas yang pertama. 
Pertama-tama kita mulai dengan subyektivisme. Banyak filsuf yang mengandaikan bahwa satu-satunya hal yang dapat kita ketahui dengan pasti adalah diri kita sendiri dan kegiatan sadar kita. Pengetahuan tentang diri sendiri merupakan pengetahuan langsung. Dalam kenytaan hidup diri sebagai subyek, tetapi juga sebagai pelaku tidak bisa mengandaikan adanya "yang lain" baik sebagai obyek pengetahuan dan kegiatannya maupun sebagai sesama subjek dalam dialog.  Lalu, Ada juga beberapa ciri pendekatan subyektivisme:
  • menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus misalnya sejarah
  • pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
  • prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal
Semua pengetahuan tentang sesuatu "yang bukan aku" atau "yang diluar diri sendiri" diragukan kepastian kebenarannya. Pengetahuan tentang "yang bukan aku" merupakan pengetahuan tidak langsung.

Ada beberapa pendapat dari para tokoh tentang subyektivisme:
1. Decartes

Ketika Descartes berbicara mengenai berpikir, ia tidak bermaksud secara eksklusif pada penalaran saja, tetapi melihat, mendengar, mersa, senang, atau sakit, kehendak masuk dalam kegiatan "berpikir."
Descartes meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang dunia luar kita.
Menurutnya bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa dapat saja secara langsung memunculkan data-data indra dalam kesadaran kita tanpa harus ada "dunia luar" yang mendasarinya.
2. Realisme Epistemologis
berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan "apa yang lain" dari diri saya
3. Idealisme Epistemologis
berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide, yang merupakan suatu peristiwa "subyektif murni."

 Itu adalah sedikit tentang subjektivisme yang bisa saya rangkum dalam pembelajaran kelas ini. Lalu ada juga objektivisme. 
Objektivisme adalah suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu. Pendukung pandangan ini adalah Popper, Latatos dan Marx.
Ada 3 pandangan dasar dari Objektivisme:
1. Kebenaran itu independen terlepas dari subjektif
2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual
3. Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi

Objek itu bersifat umum dalam arti bahwa objek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas. Objek-objek memiliki kualitas-kualitas yang sama seperti yang disajikan kepada persepsi, sehingga tindakan persepsi tidak mengubah sedikitpun objek.
Objek itu juga terbagi jadi 2, yaitu objek umum dan khusus. Objek umum itu data yang daapat ditangkap oleh lebih dari satu indera misalnya gerakan yang dapat dilihat atau diraba. Sedangkan onjek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera contohnya adalah warna, bau, dan suara.
Pada kelas ini kami sekelompok disuruh untuk memperagakan sesuatu bersama kelompok tanpa berbicara, hanya menggunakan bahasa tubuh. Lalu kami saling menebak kelompok lain. Tujuannya adalah untuk memerankan kegiatan yang dilakukan subjek-subjek. Itulah yang saya dapat dikelas pertama saya.

Setelah selesai kelas yang pertama, dilanjutkan dengan konfirmasi, inferensi, dan konstruksi teori.
Pertama-tama dimulai dengan konfirmasi. Konfirmasi(confirmation) dimaksud dengan penegasan sesuatu. Dibagi dalam 2 aspek yaitu kuantitatif dan kualitatif.
Untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi aspek kuantitatif. Misalnya membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum.
Konfirmasi dibagi menjadi 3 jenis: 
1. decision theory: kepastian berdasarkan keputusan "apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual?"
2. estimation theory: menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar salah melalui konsep probabilitas.
3. reliability theory: menetapkan kepastian dg mencermati stabilitas fakta/evidensi yg berubah2 terhadap hipotesis.

Yang kedua adalah inferensi. Inferensi diartikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih keputusan (penyimpulan). Penyimpulan bisa berupa “mengakui” atau “memungkiri” suatu kesatuan antara dua pernyataan.
Inferensi juga ada dua jenis yaitu inferensi langsung dan tidak langsung(silogistik).
Inferensi langsung adalah penarikan kesimpulan hanya dari sebuah premis(data, bukti, dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan). Sedangkan inferensi tidak langsung adalah penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis.

Inferensi mempunyai 4 hukum:

1.Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
2.Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar. 
3.Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah. 
4.Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.

Dan yang terakhir adalah Konstruksi Teori. Teori adalah model/kerangka pikiran yg menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu.
Konstruksi teori dibangun dengan 2 hal:
1. Abstraksi Generalisasi
2. Deduksi probabilistik dan deduksi apriori
Ada juga beberapa model konstruksi teori yaitu:
1. Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2. Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
3. Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola  hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks.
 Aliran dalam konstruksi teori juga dibagi menjadi 3:
1. Reduksionisme: teori adalah suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, dan tidak dapat diuji langsung. 
2. —Instrumentalisme:  teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi. 
3.Realisme: teori dianggap benar bila real, secara substantif ada, bukan fiktif.

Itu adalah hal-hal yang saya pelajari tentang pembelajaran hari ini. Dan sebenarnya ada kuliah pengganti hari ini untuk menggantikan hari lain yaitu pembelajaran tentang logika dan critical thinking. Bab itu akan saya tulis di postingan selanjutnya agar tidak terlalu panjang di postingan ini. Terimakasih :)