FILSAFAT MANUSIA: JIWA DAN BADAN
Badan
dan jiwa adalah satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
Ada dua aliran:
1. Monoisme
2. Dualisme
1. Monoisme - aliran
yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.
Aliran ini dibagi menjadi tiga:
- Materialisme: materi sebagai dasar atas segala yang ada
- Teori identitas: mengakui aktivitas mental manusia
- Idealisme: Pengalaman, nilai, dan makna
2. Dualisme - badan
dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam
pengertian dan objek.
Aliran ini dibagi menjadi empat:
- Interaksionisme: hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
- Okkasionalisme: memasukan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa
- Paralelisme: kejadian ragawi ada di dalam sedangkan kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
- Epifenomenalisme: melihat hubungan badan dan jiwa dari fungsi syaraf
BADAN - elemen
mendasar dalam membentuk pribadi manusia.
Badan
harus dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan
tubuh adalah membicarakan diri - Gabriel Marcel
JIWA - Badan
manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Tidak ada keakuan bila dilepaskan dari
jiwa.
Menurut James P Pratt ada 4 kemampuan dasar jiwa:
- menghasilkan kualitas penginderaan
- mampu menghasilkan makna dari penginderaan
- mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan
- memberi tanggapan melalui proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan
Kesimpulan yang bisa diambil dari kelas ini adalah realitas manusia terbagi menjadi dua elemen yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jiwa tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa badan dan begitu juga sebaliknya. Maka pada intinya mereka saling membutuhkan.
Sekian untuk pembelajaran hari ini tentang badan dan jiwa yang saya rangkum secara singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar